Sabtu, 23 Juni 2018

SEBERAPAPUN HEBATNYA SESESORANG, TETAP BISA TERGNTIKAN OLEH ORANG KAIN

*SEBERAPAPUN HEBATNYA SESEORANG, TETAP BISA TERGANTIKAN OLEH ORANG LAIN*

By _Bossman Sontoloyo_

Hal yang paling menantang bagi saya di awal membangun sebuah organisasi adalah menentukan” value”. Nilai apa yang mau kita jalankan kedepan. Apa achievement yang mau di capai, apa fulfillment yang mau di raih.,

Kekayaan materi itu bisa di nilai achievement atau pencapaian, namun membuat 1000 orang menjadi milyuner hidup sehat bahagia itu adalah fulfillment atau pemenuhan hasrat terdalam, menjadi terbaik dengan memberi.

Achievement adalah apa yang kita dapat, fulfillment adalah apa yang kita beri.

Membuat bisnis itu gampang. Membuat profit itu gampang. Menjadi kaya itu gampang. Namun mencapai fulfillment cita-cita tertinggi menjadi manusia paling bermanfaat adalah perjalanan yang panjang.

Tahun ini saya mencoba membangun hal yang baru. Bahkan masuk kategori “unknown territory”. Benar yang akan saya lakukan bukan saja gambling bertaruh namun masuk sebuah permainan yang saya belum pernah mainkan, dan sedikit pemainnya.

Sehingga mencari advise atau saran, bisa-bisa jutaan dollar di habiskan kita bertanya ke mckinsey dan konsultan kelas dunia sejenisnya. Tapi jujur, rasanya teritori ini pun mereka belum punya banyak referensi.

Kesesama kaum pebisnis jawaban mereka, ngak salah luh masuk kesana mas? Bertanya pada para professional mereka menjawab: wah pak, kami belum punya banyak sukses story akan bisnis sejenis, bukan saja bisnis yang sama, sejenis saja belum punya.

Memulai yang baru di mana masih membekas peristiwa tahun lalu hal yang berat rasanya sulit memang. Tiga tahun lalu 6 perusahaan tutup , 200 orang staf yang telah lama bergabung harus di “lay off”. Berat bagi saya. sangat berat.

Ini mungkin membuktikan sisi lain dari pebisnis, ngak bisa “baper” jadi pebisnis. Ngak bisa di bawa perasaan. Kalau anda “baperan”, lupakan jadi pebisnis. Cari cara lain buat uang deh! Ngak usah begitu, anda suka omongin orang saja. Lupakan jadi pebisnis.

Eh si anu tuh begitu ya? Misalnya anda memulai “membicarakan orang lain”. Siap-siap pebisnis di depan anda bilang..wah temennya aja di giniin bentar lagi gw nih!!..mereka bisa mengucapkan..sayonara ..good bye! Jaga jarak.

Pebisnis adalah manusia bunglon. Bisa ikut arus, kuat lawan arus, kuat diam, kuat denger, ngotot terhadap kemauan, namun sabar didalam memetik (hasil). “swallow pride” mau menelan gengsi.

Anda gengsian, anda ngak sabaran, anda kurang pandai mendengar, anda ngomongnya melebar termnasuk ke hal pribadi (termasuk tadi bergosip) itu sudah bagian dari ciri-ciri sulit sukses sebagai pebisnis.

Pebisnis mampu melakukan “poker face” wajah polos tak berekspresi terhadap hal negative, dan jangan tanya betapa sulitnya melakukan hal ini.
Poker face adalah ketrampilan yang didapat setelah melalui proses panjang. Ribuan jam anda berhadapan dengan para asshole, para kruk, para pejabat korup, para buaya politikus, para scam penipu, para broker pialang proyek, para pembawa map proposal, ribuan slide presentation, dan beragam sumber lalu lalang informasi, gossip, hoax dan fakta di depan anda.

“stay cool” di saat tertekan, “stay hungry” di saat makan. Sulit banget kan? Tapi anda harus bisa, anda pebisnis.

Jadi untuk mencapai achievement dan fulfillment di tengah tekanan, ambisi, buasnya kompetitor, kurangnya sumber daya, dan besarnya impian sendiri yang membuat kita sendiri takut, bagi saya ini tantangan saat ini di depan saya.

Banyak sahabat yang bingung dengan tulisan saya berkias diatas ini, tapi seperti kebiasaan saya, pasti saya sempatkan membuat hal yang lebih sederhana dengan ada cerita. Dan ada baiknya saya mulai dengan pertanyaan. Ketika anda akan memulai sebuah usaha apa dulu yang anda lakukan?

Proyeknyakah? Misalnya dunia property, retail, makanan, jualan kebutuhan, dan lain sebagainya?

Atau modalnya? Anda menyatakan bahwa akan mengerjakan bisnis, dan perlu modal nih. Jadi kemana-mana anda mencari modal, pinjaman, mitra, dan sejenisnya.

Atau anda melihat “pasar” nya terlebih dahulu. Besar nih “demand” nya, nilai pasarnya besar misalnya berbisnis makanan, bisnis busana, bisnis mainan dan lain sebagainya. Sehingga anda yakin dengan pasar besar anda mudah mendapatkan “sales” dan ada peluang mendapat profit lebih baik.

Atau anda type yang melihat, kalau saya memulai bisnis “ini” saya perlu SDM yang unggul. Karena itu anda focus ke head hunter mencari manusia terbaik yang akan menjadi pemutar roda organisasi. Seperti anda perlu chef untuk bisnis restorant anda, perlu hair stylist untuk bisnis salon anda, perlu akuntan, perlu salesman yang berkakter motivator, dan lain sebagainya.

Atau dalam mulai usaha anda sudah memikirkan “brand” sejak pertama. Bentuk logo, nama produk dan perusahaan, warna perusahaan, image organisasi, dan jenisnya.

Atau anda focus mencari “lokasi”. Memulai usaha anda, maka lokasi adalah segalanya. Cari yang murah di tengah keramaian. Cari yang dekat dengan segala akses, terlihat daro segala penjuaru dan murah. Begitu lokasi tidak di dapat anda memilih tidak memulai nya.

Atau anda ketika berbisnis adalah type yang mencari “mitra”. Bisnis partner. Anda membawa dokumen lengkap, proposal lengkap, roadmap lengkap, dan anda mulai memaparkan visi misi opportunities ke mitra. Ketika ada mitra anda baru masuk ke bisnis tersebut. Tanpa mitra, tanpa network, anda tidak akan memulai bisnis.

Dan ada banyak lagi cara memulai bisnis. Yang jadi pertanyaan adalah, mana yang anda? Mana type anda?.

Secara pribadi dalam 25 tahun ini, ada puluhan perusahaan saya sudah bangun, ada ratusan bidang yang saya sudah masuki, dan yang bertahan hanya 2 macam dengan beberapa unit usaha. Apa yang saya dapat? Dan apa yang selalu menjadi “entry point” saya berbisnis?

Yang pasti saya pernah masuk dengan berbagai type seperti di atas. Dan belum ada yang menjadi favorit, namun karena factor usia barangkali, beberapa usaha yang di bangun terakhir dan yang akan dibangun, membuat saya berubah. Cukup drastic. Saya sekarang masuk bisnis bukan melihat bidangnya, bukan melihat besarnya pasar, saya bukan melihat besar kecilnya modal. Entah mengapa sekarang ini saya menjadi filosofis.

Jadi saya masuk dengan sentimental , filosofi. Apa filosofi bisnis yang saya masuki. Saya beri “value” saya lihat 2 hal seperti tulisan di awal. Apa achievement jangka pendek dan apa fulfillment jangka panjangnya. Jadi saya focus di bisnis yang “low hanging fruit”, yang cepat dan siap petik dengan memberi efek kemasyarakat banyak manfaat dalam jangka panjang. Kalau sahabat bagaimana? #peace #repost

Di copast utuh dr Group WA Sience To Get Rich

Jumat, 20 April 2018

Cara Mudah Presentasi Didepan Calon Investor

Salah satu skill penting dalam mengembangkan bisnis adalah bagaimana mendapatkan pendanaan dari Investor.

Di bawah ini beberapa Tips nya.

Bahwa Salah satu skill yg harus dikuasai oleh seorang Founder Startup adalah Presentasi

Dalam mengembangkan bisnis startup, Anda mau gak mau sebagai founder hrs piching (Presentasi)  di depan angel investor, venture capital,juri2 kompetisi dan user apps.

Guy Kawasaki adalah Venture Capitalist dari Silicon Valley,dia sdh mendengar ribuan pitching dari calon2  entrepreneur founder startups.

Guy Kawasaki Bilang " Saat mendengar pitching founder startup ,kadang telinga ku berdegung dan kepala berputar2 pening krn pitching yg sangat jelek."

Pernah ada yg pitching dgn  60 Slides tentang patent produk yg dipending.

Ada juga pitching tentang keunggulan sebagai "Pemain pertama, pioneer"  di suatu apps , yg target pemakai nya hanya 1% dari penduduk China"😜😜😜

Untuk mencegah Venture Capitalist angel investor, juri terkena gejala2 seperti gejala kebanyakan mengkonsumsi micinπŸ˜‚πŸ˜œπŸ˜œ

Guy Kawaski memberikan tips2 cara Pitching yg baik.
Berikut adalah tips dia:

TEKNIK
 ATURAN 10/20/30 POWERPOINT

1.Presentasi PowerPoint hanya boleh 10 slide saja

2. Lamanya presentasi tidak lebih dari 20 menit

3. Dan  font yg digunakan di slide Powerpoint tidak lebih kecil dari 30 ukuran fonts

Penjelasan singkat nya:
" Manusia hanya bisa memahami 10 Konsep saja dalam suatu meeting."

Jika Anda menggunakan lebih dari sepuluh slide untuk menjelaskan bisnis Anda, Anda mungkin saja tidak mempunyai bisnis" Lanjut Guy Kawasaki

Venture Capitalis hanya ingin mendengar tentang ini:

1.Masalah
2. Solusi dari Anda
3. Model bisnis
4. Teknologi apps
5. Marketing  dan Sales
6. Kompetitor
7.Team
8. Proyeksi dan Langkah awal
9. Status dan deadline
10. Kesimpulan dan Action

 Ideal nya Anda pitching 20 menit dan 40 menit untuk diskusi

Dan font ukuran 30 , membuat Anda tidak hanya membaca slide powerpoint  di depan Venture capitalist, tapi sinkron dgn mereka. Krn Anda menjelaskan slide bukan membaca .

Semoga tips pitching Guys Kawasaki ini, bisa  membuat kita presentasi lebih baik .πŸ‘πŸ˜œπŸ˜πŸ˜

Selamat Mencoba.


Sou

Senin, 19 Februari 2018

Cara Menghubungi Calon Pelamar Kerja Yang Tidak Lolos

Assalamua'alaikum,
Selamat sore teman-temanπŸ’ͺ


Sudah lumayan lama saya tidak nulis di blog. Kadang saat jeda waktu sempat terpikir juga, apa yang bisa saya lakukan agar lebih bermanfaat bagi orang lain.

Pingin nulis ini, pingin nulis itu, akhirnya . . . hanya pingin saja dan tidak jadi nulis.

Namun di 2018 ini saya sudah komitmen untuk one week nge-blog. Nah di pekan ke 3 bulan Februari ini saya mau berbagi tentang cara menghubungi calon pelamar kerja yang tidak lolos seleksi.

Alhamdulillah sudah 2 th ini saya bekerja bidang HR managemen di sebuah perusahan mechanical engineering berbasis tepat guna.

Sering saya menyeleksi calon karyawan, dan ada sesi yang membuat acara bagaimana agar tidak melukai perasaan.

Nah berikut cara balas calon karyawan yang tidak lolos via sms.

_Assalamu'alaikum Wr, Wb._
Mas X, terima kasih atas kesungguhan menjadi bagian tim CV. Top Mesin.

Setelah melalui berbagai tahap seleksi, dengan ini kami sampaikan bahwa Anda belum diterima.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Semoga prestasi dan keberhasilan menyertai Anda dimasa yang akan datang.
_Wassalamu'alaikum Wr, Wb_

*CV. Top Mesin*

Tentu ini bisa teman-teman sesuaikan dengan kondisi di lapangan, semoga manfaat ya..

Salam top

Nugraha JS

Jumat, 16 Juni 2017

Apakah Tidak Boleh Marah?


Saya teringat tahun lalu. Kala itu saya sedang test drive motor dari kantor trading saya di daerah kwitang menuju Ke arah rawamangun. Sudah lama saya ingin membeli motor ini. sekedar nostalgia dulu sebagai biker walau motor butut, sekarang ingin yang “keren-an” sedikit.

Dalam perjalanan arah balik dari rawamangun tersebut, di tengah jalan ternyata hujan turun deras sekali. Posisi saya di sekitar di daerah jalan ahmad yani by pass. Saya terpaksa meneduh di bawah jalan layang saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal yang sama.

Disamping saya ada seorang ayah yang juga memarkirkan motor bebek nya yang kemudian berdiri di samping saya, dia seorang ayah dengan anaknya berusia 10-12 tahun kira-kira. Sang anak badan-nya sudah kuyup berdiri merapat badannya keayahnya, kedinginan. Posisi kami yang di sisi jalanan dan meletakan motor di pinggir jalan (raya) membuat jalanan menjadi menyempit dan menjadi agak macet bagi pengendara mobil. Karena deras. air menggenang naik cepat sehingga sejajar trotoar tempat kami berdiri.

Tiba-tiba ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi di dekat kami membuat siraman air kotor muncrat membasahi hingga tubuh kami, semua orang menghujat seketika termasuk saya dan sang anak kecil di samping ayahnya tadi!

Nampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya. Saya yang berdiri disampingnya tak kuasa untuk tidak mendengarkan percakapan ayah anak ini
Sudah nak..jangan marah-marah memaki begitu, ngak baik itu, hayo istigfar, kata ayahnya santun walupun separuh kakinya juga terkena muncratan air.
Tapi dia kurang ajar pah!, dia kotori orang-orang, si anak berargumen. Sombong bener pakai mobil tanpa menghargai orang!

Ya, sudah, selesaiin marahnya istigfar ya. Marah dan memaki itu tidak pernah menyelesaikan masalah, sang ayah berkata tetap dengan nada santun. Begini nak, kita marah itu energy negative yang keluar dari diri kita dan ingat dunia ini bulat dan ingat satu lagi “energy itu kekal”. Sekali energy itu tercipta mereka akan terus ada dan karena kehidupan itu berputar energy itu akan kembali ke diri kita sendiri.

Apa yang kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu. Jadi kalau kamu memberikan kebaikan kepada semesta kepada orang lain sesungguhnya kamu memberikan kebaikan kepada diri kamu sendiri. kalau kamu memberikan energy negative kepada orang lain sesungguhnya kamu lagi memberikan “kesialan” dalam hidupmu.
Saya terdiam termangu mendengarkan…

Sang ayah melanjutkan. Mulai sekarang kamu harus bisa mengeluarkan energy hanya yang positif. Misalnya..doakan orang tadi agar selamat sampai di rumah. Ingat selalu Ikhlas dalam berdoa, ikhlas itu energynya positif. Doakan semua orang yang berteduh di sekeliling sini juga agar selamat sampai dirumah dan tidak terkena penyakit. Doakan pengemis dipinggir jalan. Doakan apa yang kamu lihat. Doakan anak sekolah yang baru pulang. Doakan tukang sapu jalanan. Semua yang kamu lihat doakan. Percaya lah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat.

Papah selalu mencari uang halal untuk keluarga, siang malam semua papah doa kan. Mamah mu juga demikian, bahkan selagi menanak nasi dia ber doa, dia ucapkan doa baik buat petani yang menanam, doakan pedagang yang berjualan, doakan pengendara yang membawa beras ini, doakan petani yang menggiling padi menjadi beras. Bahkan Ikan yang dimasakpun mamah selalu mendoakan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan, sudah di seimbangkan.
Kamu ngertikan ?, sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak faham.

Anak tadi termangu. Tak lama ayahnya menerima telfon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hanya beberapa kata terdengar oleh saya , iya, saya deket lapangan golf rawamangun, iya, iya, iya..itu yang saya dengar, berapa..5 menit, iya kami tunggu.
Hujan tidak reda juga dan semenit kemudian sebuah alphard warna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka. Mamaaah!..kata sang anak sambil naik kemobil tersebut. Kemudian supir mobil tersebut keluar bertukar posisi dengan sang ayah. sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil tersebut.

Saya termangu lama menyaksikan fenomena ini, ada beberapa orang juga yang memperhatikan seperti saya. sang ayah santun sekali karena kami semua di sapa dengan kalimat, permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi. Hampir ke semua orang yang ada disekitar dia dan ada beberapa yang dia salami.

Melihat itu pikiran saya melayang, eehhhmmm rupanya ..ini training day sang ayah keanaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan…entah mengapa saya merasa malu,saya tutup wajah saya dengan helm, saya senang sekali pelajaran parenting yang di ajarkan olehnya ke anaknya. Saya berkata dalam hati, terima kasih Tuhan, Alhamdulillah, hari yang luar biasa untuk pelajaran yang di dapat, jujur saya ingin kenalan lebih jauh dan mencari siapa dia itu.#peace

Sumber : Bosman Mardigu

Kamis, 04 Mei 2017

Mengantarkan Acara Sosialisasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)


Mengantarkan Acara Sosialisasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Dapat point-utama dari materi yang disampaikan tadi pagi.
By. Pak Arif Mursyid (K3 expert, alumni PT Indofood Semarang) .
� "terkait keselamatan kerja, mencegah celakaan atau, menyesal seumur hidup" (bener ya. akibat kelalaian dan tidak mencegah potensi kecelakaan kerja, atau meremehkan potensi celaka bisa jadi penyesalan seumur hidup).
.
� "terkait kualitas, mutu atau mati" (iya. apalagi mayoritas produk indofood berupa makanan. Kalo tidak jaga mutu (kualitas) bisa mati konsumen dan dampaknya pada perusahaan)
Langsung ke bag akhir aja ya.... Diakhir sesi setelah materi kelas dan visit workshop, beliau menutup dengan sebuah kisah.
Dulu saat kerja di Indofood Semarang, ada 700 pekerja yang setiap hari keluar masuk gerbang (masuk dan pulang kerja). Dari 700 pekerja, ada 700 kepala yang isinya berbeda, kemauan berbeda, harapan juga berbeda. Kemudian ada 1-2 karyawan yang setiap datang ketempat kerja mengeluh, mengumpat ke perusahaan (di belakang tentunya). .
Anehnya paginya dia masuk kerja lagi, dan mengumpat, mengeluh lagi. Ibarat "mengencingi sumur yang airnya diminum dia sendiri juga". Waah jan... hiii .... Jadi dalam bekerja bagaimanapun harus mencintai pekerjaan kita. .
Kalo belum bisa mecintai, ya cari tahu cara bekerja di bidang tersebut agar enjoy.
Kemudian jika sudah berusaha dan hasilnya belum sesuai...ya keluar saja dengan baik-baik.
Selamat istirahat siang kawan, tetap hati-hati dalam bekerja dan jagan lupa berdoa.