Jumat, 16 Juni 2017

Apakah Tidak Boleh Marah?


Saya teringat tahun lalu. Kala itu saya sedang test drive motor dari kantor trading saya di daerah kwitang menuju Ke arah rawamangun. Sudah lama saya ingin membeli motor ini. sekedar nostalgia dulu sebagai biker walau motor butut, sekarang ingin yang “keren-an” sedikit.

Dalam perjalanan arah balik dari rawamangun tersebut, di tengah jalan ternyata hujan turun deras sekali. Posisi saya di sekitar di daerah jalan ahmad yani by pass. Saya terpaksa meneduh di bawah jalan layang saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal yang sama.

Disamping saya ada seorang ayah yang juga memarkirkan motor bebek nya yang kemudian berdiri di samping saya, dia seorang ayah dengan anaknya berusia 10-12 tahun kira-kira. Sang anak badan-nya sudah kuyup berdiri merapat badannya keayahnya, kedinginan. Posisi kami yang di sisi jalanan dan meletakan motor di pinggir jalan (raya) membuat jalanan menjadi menyempit dan menjadi agak macet bagi pengendara mobil. Karena deras. air menggenang naik cepat sehingga sejajar trotoar tempat kami berdiri.

Tiba-tiba ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi di dekat kami membuat siraman air kotor muncrat membasahi hingga tubuh kami, semua orang menghujat seketika termasuk saya dan sang anak kecil di samping ayahnya tadi!

Nampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya. Saya yang berdiri disampingnya tak kuasa untuk tidak mendengarkan percakapan ayah anak ini
Sudah nak..jangan marah-marah memaki begitu, ngak baik itu, hayo istigfar, kata ayahnya santun walupun separuh kakinya juga terkena muncratan air.
Tapi dia kurang ajar pah!, dia kotori orang-orang, si anak berargumen. Sombong bener pakai mobil tanpa menghargai orang!

Ya, sudah, selesaiin marahnya istigfar ya. Marah dan memaki itu tidak pernah menyelesaikan masalah, sang ayah berkata tetap dengan nada santun. Begini nak, kita marah itu energy negative yang keluar dari diri kita dan ingat dunia ini bulat dan ingat satu lagi “energy itu kekal”. Sekali energy itu tercipta mereka akan terus ada dan karena kehidupan itu berputar energy itu akan kembali ke diri kita sendiri.

Apa yang kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu. Jadi kalau kamu memberikan kebaikan kepada semesta kepada orang lain sesungguhnya kamu memberikan kebaikan kepada diri kamu sendiri. kalau kamu memberikan energy negative kepada orang lain sesungguhnya kamu lagi memberikan “kesialan” dalam hidupmu.
Saya terdiam termangu mendengarkan…

Sang ayah melanjutkan. Mulai sekarang kamu harus bisa mengeluarkan energy hanya yang positif. Misalnya..doakan orang tadi agar selamat sampai di rumah. Ingat selalu Ikhlas dalam berdoa, ikhlas itu energynya positif. Doakan semua orang yang berteduh di sekeliling sini juga agar selamat sampai dirumah dan tidak terkena penyakit. Doakan pengemis dipinggir jalan. Doakan apa yang kamu lihat. Doakan anak sekolah yang baru pulang. Doakan tukang sapu jalanan. Semua yang kamu lihat doakan. Percaya lah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat.

Papah selalu mencari uang halal untuk keluarga, siang malam semua papah doa kan. Mamah mu juga demikian, bahkan selagi menanak nasi dia ber doa, dia ucapkan doa baik buat petani yang menanam, doakan pedagang yang berjualan, doakan pengendara yang membawa beras ini, doakan petani yang menggiling padi menjadi beras. Bahkan Ikan yang dimasakpun mamah selalu mendoakan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan, sudah di seimbangkan.
Kamu ngertikan ?, sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak faham.

Anak tadi termangu. Tak lama ayahnya menerima telfon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hanya beberapa kata terdengar oleh saya , iya, saya deket lapangan golf rawamangun, iya, iya, iya..itu yang saya dengar, berapa..5 menit, iya kami tunggu.
Hujan tidak reda juga dan semenit kemudian sebuah alphard warna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka. Mamaaah!..kata sang anak sambil naik kemobil tersebut. Kemudian supir mobil tersebut keluar bertukar posisi dengan sang ayah. sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil tersebut.

Saya termangu lama menyaksikan fenomena ini, ada beberapa orang juga yang memperhatikan seperti saya. sang ayah santun sekali karena kami semua di sapa dengan kalimat, permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi. Hampir ke semua orang yang ada disekitar dia dan ada beberapa yang dia salami.

Melihat itu pikiran saya melayang, eehhhmmm rupanya ..ini training day sang ayah keanaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan…entah mengapa saya merasa malu,saya tutup wajah saya dengan helm, saya senang sekali pelajaran parenting yang di ajarkan olehnya ke anaknya. Saya berkata dalam hati, terima kasih Tuhan, Alhamdulillah, hari yang luar biasa untuk pelajaran yang di dapat, jujur saya ingin kenalan lebih jauh dan mencari siapa dia itu.#peace

Sumber : Bosman Mardigu

Kamis, 04 Mei 2017

Mengantarkan Acara Sosialisasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)


Mengantarkan Acara Sosialisasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Dapat point-utama dari materi yang disampaikan tadi pagi.
By. Pak Arif Mursyid (K3 expert, alumni PT Indofood Semarang) .
� "terkait keselamatan kerja, mencegah celakaan atau, menyesal seumur hidup" (bener ya. akibat kelalaian dan tidak mencegah potensi kecelakaan kerja, atau meremehkan potensi celaka bisa jadi penyesalan seumur hidup).
.
� "terkait kualitas, mutu atau mati" (iya. apalagi mayoritas produk indofood berupa makanan. Kalo tidak jaga mutu (kualitas) bisa mati konsumen dan dampaknya pada perusahaan)
Langsung ke bag akhir aja ya.... Diakhir sesi setelah materi kelas dan visit workshop, beliau menutup dengan sebuah kisah.
Dulu saat kerja di Indofood Semarang, ada 700 pekerja yang setiap hari keluar masuk gerbang (masuk dan pulang kerja). Dari 700 pekerja, ada 700 kepala yang isinya berbeda, kemauan berbeda, harapan juga berbeda. Kemudian ada 1-2 karyawan yang setiap datang ketempat kerja mengeluh, mengumpat ke perusahaan (di belakang tentunya). .
Anehnya paginya dia masuk kerja lagi, dan mengumpat, mengeluh lagi. Ibarat "mengencingi sumur yang airnya diminum dia sendiri juga". Waah jan... hiii .... Jadi dalam bekerja bagaimanapun harus mencintai pekerjaan kita. .
Kalo belum bisa mecintai, ya cari tahu cara bekerja di bidang tersebut agar enjoy.
Kemudian jika sudah berusaha dan hasilnya belum sesuai...ya keluar saja dengan baik-baik.
Selamat istirahat siang kawan, tetap hati-hati dalam bekerja dan jagan lupa berdoa.

Kamis, 09 Februari 2017

Form Time Management Untuk Perusahaan Kecil Menengah





Kop Surat Perusahaan Anda



Jam
Hari
Kegiatan
08-00-08.15
Tiap hari
·        Masuk kerja (presensi),
·        Briefing, Pembagian kerja & Berdoa bersama, wajib!

Nb : Saat briefing pagi semua karyawan harus sudah siap dengan pakaian kerja dan siap kerja
08.15-12.00
Tiap hari
·        Mengerjakan tugas yang telah dibagikan sesuai bagian masing-masing
·        Membuat mesin/alat sesuai spesifikasi dan gambar kerja yang sudah ada
·        Dalam berkeja selalu hati-hati dan menggunakan alat pelindung diri yang sudah ada
12.00-13.00
Tiap hari
Istirahat & sholat
13.00-16.00
Tiap hari
·        Mengerjakan tugas yang telah dibagikan sesuai bagian masing-masing
·        Membuat mesin/alat sesuai spesifikasi dan gambar kerja yang sudah ada
·        Dalam berkeja selalu menggunakan alat pelindung diri yang sudah ada
15.50-16.00
Tiap hari
Melaksanakan 3 P (untuk peralatan dan tempat kerja)
·        Perapihan
·        Pembersihan
·        Perawatan
Pulang Kerja : Berdoa dan Absen Pulang

11.30-13.00
Jumat
Sholat Jumat & Istirahat

08.15-08.45
Jumat
#KiJumSih (Kita Jumat Bersih)
·  Pisahkan dan singkirkan barang yang tidak perlu dari tempat kerja
·  Atur dan susun tata letak peralatan dan perlengkapan kerja agar selalu siap pada saat diperlukan
·  Bersihkan tempat kerja dan senantiasa melaksanakan kebersihan

15.15-16.15
Sabtu
·     Sabtu pekan ke 2 dan ke 4 Olah raga bersama
·     Pulang Kerja : Berdoa dan Absen Pulang

Yogyakarta, 27 Januari 2017          

Ttd

Mr Direktur

Senin, 28 November 2016

Apakah Teknologi Tepat Guna itu ?

teknologi tepat guna | kupas kelapa
"Waaah tidak disangka akan semudah ini dikerjakan ya.. ?" begitu salah satu komentar orang jika sudah menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan atau masalahnya. Memang benar, dengan menggunakan alat yang tepat, kita bisa menghemat waktu dan biaya. Nah sebelum membehas lebih lanjut tahukah kita apa itu teknologi?, Teknologi adalah sebuah sarana yang diperlukan oleh manusia agar meningkatkan kualitas kehidupan sekaligus mempermudah dan membuat nyaman kehidupan manusia.  Teknologi berasal dari kata teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan.

Kemudian teknologi tepa guna adalah Aplikasi ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan pekerjaan/persoalan praktis dalam kehidupan manusia termasuk di dalamanya untuk komersial ataupun individu. Teknologi tepat guna ini banyak digunakan usaha kecil/perusahaan besar untuk meningkatkan kualitasnya baik kualitas maupun kuantitasnya. Banyak teknologi tepat guna juga digunakan tidak untuk kebutuhan komersil, contohnya lampu kota dengan sistem otomatis, lampu merah yang menggunakan sel surya yang berfungsi untuk menghemat energi listrik.

Kriteria teknologi tepat guna :
  • Teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Teknologi sesuai dengan keadaan ekonomi dan sosial masyarakat.
  • Teknologi mampu menyejahterakan masyarakat.
  • Masyarakat bisa mempelajari, menggunakan serta memelihara teknologi tersebut.
  • Teknologi dapat mempermudah pekerjaan masyarakat.

Ciri - ciri teknologi tepat guna :
  • Perbaikan teknologi tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transportasi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu tempat
  • Biaya investasi cukup rendah/ relatif murah.
  • Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan setempat.
  • Masyarakat mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
  • Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat termasuk sumber alam, energi, bahan secara lebih baik dan optimal.
  • Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar (self-realiance motivated)
Sumber : bantubelajar.com

Sabtu, 26 November 2016

Jasa Pengiriman Barang 24 Jam di Jogja

Meski tidak ada jasa pengiriman yang buka 24 jam di Yogyakarta, namun setidaknya jasa pengiriman berikut dapat menjadi jujukan Anda jika ingin mengirim barang di malam hari.

Kantor Pos Pusat, Jalan Senopati Yogyakarta

Jam Operasional Kantor Pos ini biasanya tutup jam 20.00 WIB, namun Anda tetap dapat mengirimkan barang / paket / documen melalui Pos Shop yang buka disisi timur kantor pos sendiri. Pos Shop merupakan unit usaha Kantor Pos Besar Yogyakarta, berupa toko swalayan yang buka 24 jam dan juga melayani jasa pengiriman jika jam layanan Kantor Pos Besar telah tutup.

Kantor Pos Jembatan Janti

Kantor Pos satu ini buka hingga jam 20.00 WIB, jadi Anda yang dari daerah utara dan timur kota Yogyakarta mending drop kiriman kesini, daripada harus jauh-jauh ke Kantor Pos Besar. Lokasinya terletak dibawah jembatan layang Janti, disisi barat, arah masuk ke Jalan Solo.

Kantor JNE Pusat

Kantor Pusat JNE ini buka hingga jam 11 malam. Terletak di daerah Nitikan Yogyakarta. Sebelah Timur Rumah Sakit Jogja ( RSUD Wirosaban ), terletak disisi utara jalan, kiri jalan dari arah barat.

Kantor JNE Blok “O” Janti

Kantor cabang JNE ini buka hingga jam 20.00 WIB. Terletak di sebelah selatan Blok Janti, tepatnya sebelah selatan Sekolah Tinggi Tehnologi Adisucipto ( STTA ), timur jalan, arah ke Pasar Bantengan, / SMA Negeri 1 Bangutapan

Sumber : dosenjualan.com